Dian Kartika Sari: Debat Perdana Pilpres 2019 Minta Angkat Isu Perempuan

0

Jakarta- tokohbicara.com || Debat perdana Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 belum secara spesifik mengikutsertakan isu perempuan. Sekretaris Jendral Koalisi Perempuan Indonesia Dian Kartika Sari menuturkan pihaknya telah menemui Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman agar isu tersebut dapat disisipkan.

“Kami lihat di antara tema-tema itu tidak satu pun tema khusus perempuan maka kami meminta agar di semua tema ada isu perempuan seperti juga anak, lansia, disabilitas. Sehingga debat itu mencerminkan pembahasan yang inklusif,” ungkap Dian di Gedung KPU, Jakarta, Senin (14/1/19).

Dian mengakui kecil kemungkinan bagi KPU memasukkan isu perempuan saat debat pertama lantaran pertanyaan debat sudah disampaikan kepada masing-masing paslon. Oleh karena itu, pihaknya pun berharap kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden menunjukkan inisiatif. Debat perdana mengangkat tema hak asasi manusia (HAM), korupsi, dan terorisme.

“Kami sudah mendapat masukan dari Pak Arief bahwa pertanyaan untuk debat tanggal 17 Januari nanti sudah disampaikan ke paslon. Kami akan coba meminta dan mengusulkan kepada masing-masing calon presiden untuk membahas atau saling menanyakan isu perempuan di dalam tema yang besok akan dibahas,” ujar Dian.

Ia menilai bahwa isu perempuan dan anak merupakan bagian dari isu HAM. Sudah seharusnya ada pertanyaan dalam debat yang menyangkut pemenuhan hak-hak perempuan.

“Tentu penyelesaiannya tidak bisa semata-mata melalui pendekatan keamanan saja, tetapi pendekatan keamanan kemanusiaan dan ketahanan keluarga harus jadi bagian penting dari penanganan isu tersebut. Nantinya kami juga minta untuk bertemu dengan para panelis, kita akan sampaikan ada isu penting yang harus dibahas yang berkaitan dengan perempuan,” papar Dian. (Adn-MI)

No comments

Ketika Tidak Bisa Memilih

Jika bisa memilih tempat kelahiran, saya memilih untuk tidak dilahirkan di Indonesia. Jika bisa memilih tempat pekerjaan, saya memilih untuk tidak bekerja di Indonesia. Jika ...