Bantu Bocah Penderita Gangguan Usus, dr. Ema Anindia: Empati Sosial Membuat Saya Tergerak Untuk Melakukan Itu Semua

0

Surabaya-tokohbicara.com || Alif, bocah berusia 9 tahun yang mengalami masalah kesehatan di bagian ususnya akhirnya akan dioperasi pada 3 Januari 2018. Kondisi kesehatan Alif beredar di internet. Hampir selama sembilan tahun setiap BAB (buang air besar) Alif menampung beraknya pada kantong plastik yang menempel di perutnya melalui lubang buatan di usus. Bukan plastik khusus yang digunakan, tapi plastik biasa. Alif tinggal bersama orang tuanya di desa Gembongan Kabupaten Mojokerto. Karena masalah biaya, orang tua Alif tidak membawanya ke rumah sakit.

dr. Dewi Ema Anindia yang mengetahui kondisi kesehatan Alif langsung mengagendakan mengunjungi Alif. Rabu, 20 Desember 2017 dr. Ema berangkat ke Mojokerto dari Jakarta.

“Saya tahu kondisi kesehatan Alif dari internet, lalu saya menghubungi kerabat di Mojokerto untuk mengetahui keberadaan Alif”, cerita dr. Ema.

Setelah melihat kondisi kesehatan Alif secara langsung, dr. Ema langsung membawa Alif ke rumah sakit Premier di Surabaya.

“Saya lakukan pemeriksaan awal pada Adik Alif, setelah tahu kondisinya, saya langsung bawa dia ke rumah sakit”, ujar dr. Ema

Di rumah sakit Premier dr. Ema melakukan diskusi dengan dokter bedah anak dan pihak rumah sakit untuk melakukan tindakan medis kepada Alif supaya ia bisa BAB secara normal.

“Kondisi Adik Alif dapat disembuhkan dengan tindakan operasi yang rencana akan dilakukan pada tanggal 3 Januari mendatang. Mudah-mudahan setelah itu tidak perlu pakai plastik lagi”, tutur dr. Ema.

dr. Ema dikenal sebagai dokter muda yang memiliki kepedulian sosial. Ia juga sering turun ke lokasi terdampak bencana untuk memberi bantuan langsung kepada korban, baik melayani pengobatan gratis kepada korban bencana alam dan kebutuhan harian. Beberapa minggu kemarin dr. Ema berada di Ponorogo dan Pacitan mengunjungi korban bencana alam disana.

Bantu Bocah Penderita Gangguan Usus, dr. Ema Anindia: Empati Sosial Membuat Saya Tergerak Untuk Melakukan Itu Semua

“Empati sosial yang membuat saya tergerak untuk melakukan itu semua”, punkas dr. Dewi Ema Anindia. (Kan)

No comments